Dosen Ekonomi Pembangunan UPN Veteran Yogyakarta Bahas Ketahanan Pangan di Era Gaya Hidup Modern di TVRI Yogyakarta

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Dania Hellin Amrina, S.E., M.Sc, menjadi narasumber dalam program Jogja Jelang Siang yang disiarkan oleh TVRI Yogyakarta pada 23 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi TVRI Yogyakarta dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menghadirkan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai isu strategis ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Dania mengangkat Membaca Ketahanan Pangan di Era Gaya Hidup Modern.
Melalui perspektif ekonomi pembangunan, ia mengajak masyarakat melihat bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian atau ketersediaan bahan pangan, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, pola konsumsi, dan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pangan.

Dalam pemaparannya, Dania menjelaskan bahwa Yogyakarta sebagai kota pelajar, kota wisata, dan kota jasa memiliki dinamika permintaan pangan yang terus meningkat. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi sistem pangan daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, alih fungsi lahan, serta ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Mengacu pada Survei Biaya Hidup Mahasiswa 2024 yang diselenggarakan PSEKUIN UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia, Dania menyoroti perubahan pola konsumsi generasi muda yang semakin dipengaruhi oleh gaya hidup modern. Ia menjelaskan bahwa keputusan konsumsi masyarakat, mulai dari memilih jenis makanan, mengikuti tren kuliner, hingga kebiasaan membuang makanan, secara tidak langsung turut memengaruhi sistem pangan, rantai pasok, dan stabilitas harga pangan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mengurangi food waste sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, pengurangan pemborosan makanan tidak hanya berdampak pada efisiensi penggunaan sumber daya, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan. Di sisi lain, penggunaan bahan baku pangan lokal dinilai mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, memperkuat kesejahteraan petani, serta memperpendek rantai pasok pangan.

"Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani atau pemerintah. Setiap keputusan yang kita ambil sebagai konsumen, apa yang kita beli, apa yang kita konsumsi, dan bagaimana kita menghargai makanan, ikut menentukan masa depan sistem pangan kita," ungkap Dania dalam sesi diskusi.

Melalui keikutsertaan dalam program Jogja Jelang Siang, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UPN "Veteran" Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menyebarluaskan hasil pemikiran akademik kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi publik mengenai pentingnya ketahanan pangan serta mendorong masyarakat untuk membangun pola konsumsi yang lebih bijak demi terciptanya sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Share: